Tag Archive | WEDUSAN

BANDOTAN

. nama

BANDOTAN

 

1) nama daerah

Wedusan (jawa); babadotan (sunda)

2) inggris

Goat weed, bastard agronomy

 

b. morfologi

bandotan merupakan gulma semusim,tumbuh tegak,batang membentuk percbangan dan berbulu. tinggi batang bandotan mencapai 90 cm. daun berbentuk bundar telur (oval), duduk daun behadapan, tepi daun bergigi, dan tangkai daun agak panjang. Bunga bentuk cawan dan tersusun mengelompok dalam tajuk. Bunga berwarna putih atau keungunan. Biji berjumlah banyak, berbalut dalam kelopak, dan berbulu putih pada bagian ujung biji. Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji.

 

c. lingkungan tumbuh

tumbuhan ini tumbuh liar di tempat-tempat terbuka atau agak terindung seperti di lading-ladang dan kebun-kebun. Tumbuhan dari dataran rendah sampai ketinggian di atas 2.500 m dpl. Bandotan merupakan gulma pada pertanaman tanaman tahunan dan tanaman semusim.

 

d. kandungan kimia

bandotan mengandung seskuiterpen,asam hidrosinat,steroid,alkaloid,kumarin, dan terpenoid.

 

e. kegunaan

bandotan berguna unutk mengobati demam,salit perut.sariawan,malaria,emetik,sakit tenggorokan,batuk,asma,sebagai obat luar untuk penyakit kulit seperti bisul,eksem,luka berdarah,koreng, dan borok, serta influenza,tumor rahim,radang paru-paru,diare,perut kembung,radang telinga, dan difteri.

 

f. ramuan

1) demam,malaria,influenza,tumor rahim, dan radang paru-paru

Daun dan batang segar masing-masing 40-60 g atau 15-40 g tanaman yang telah dikeringkan di cuci bersih, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 11/2 gelas. Air rebusan diminum 2 kali sehari masing-masing ¾ gelas.

 

2) diare,disentri,sakit perut, dan perut kembung

Daun dan batang muda segar secukupnya di cuci bersih, ditumbuk halus, lalu di peras hingga menjadi ½ gelas. Air perasan diminum 2 kali sehari.

3) radang telinga

Daun dan batang bandotan muda secukupnya dicuci bersih, ditumbuk halus, lalu diperas. Air perasan diteteskan pada telinga yang sakit.

 

4) penyakit difteri dan sakit tenggorokan

Daun dan batang muda 60 g dicuci bersih, ditumbuk halus, lalu diperas. Pada air perasan ditambahkan gula batu secukupnya. Air perasan diminum 3 kali sehari.

 

5) penyakit bisul,eksem, dan luka berdarah

Daun danbatang muda secukupnya dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut perban. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

 

6) penyakit koreng,borok, dan bengkak

Seluruh bagian tumbuhan 60-100 g, nasi basi ½ genggam, dan garam secukupnya ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan ditempelkan pada bagian yang sakit.

 

4) demam,sakit kepala, dan sakit perut

Daun dan batang segar 20-30 g dicuci bersih, lalu dipotong pendek. Bahan diseduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, air seduhan diminum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas