TEKNIK BUDIDAYA TEMBAKAU


TEKNIK BUDIDAYA

 

TEMBAKAU SINDORO SUMBINGTEMBAKAU SINDORO SUMBING

TEMBAKAU SINDORO SUMBING

TEMBAKAU

Gambar 156 Pertanaman

tembakau

a.Pendahuluan

Penanaman dan penggunaan

tembakau di Indonesia sudah

dikenal sejak lama. Komoditi

tembakau mempunyai arti yang

cukup penting, tidak hanya

sebagai sumber pendapatan

bagi para petani, tetapi juga bagi

Negara

Tanaman Tembakau merupakan

tanaman semusim, tetapi di

dunia pertanian termasuk dalam

golongan tanaman perkebunan

dan tidak termasuk golongan

tanaman pangan. Tembakau

(daunnya) digunakan sebagai

bahan pembuatan rokok.

Usaha Pertanian tembakau

merupakan usaha padat karya.

Meskipun luas areal perkebunan

tembakau di Indonesia,

diperkirakan hanya sekitar

207.020 hektar, namun jika

dibandingkan dengan pertanian

padi, pertanian tembakau

memerlukan tenaga kerja hampir

tiga kali lipat. Seperti juga ada

kegiatan pertanian lainnya, untuk

mendapatkan produksi

tembakau dengan mutu yang

baik, banyak faktor yang harus

diperhatikan. Selain faktor tanah,

iklim, pemupukan dan cara

panen.

Nicotiana tobacum

dibudidayakan umumnya karena

memiliki arti ekonomi penting.

Spesies yang sering

dibudidayakan adalah Nicotiana

tobacum dan Nicotiana rustika.

Nicotiana tobacum, daun

mahkota bunganya memiliki

warna merah muda sampai

merah, mahkota bunga

berbentuk terompet panjang,

habitusnya piramidal, daunnya

berbentuk lonjong dan pada

ujung runcing, kedudukan daun

pada batang tegak, tingginya 1,2

m.

Nicotiana rustika, daun mahkota

bunganya berwarna kuning,

bentuk mahkota bunga seperti

terompet berukuran pendek dan

sedikit bergelombang,

habitusnya silindris, bentuk daun

bulat yang pada ujungnya

tumpul, kedudukan daun pada

batang agak terkulai.

425

b. Sistematika Tanaman

Sistematika tanaman tembakau

adalah sebagai berikut:

Klass : Dicotyledonaea

Ordo : Personatae

Famili : Solanaceae

Sub Famili : Nicotianae

Genus : Nicotianae

Spesies :Nicotiana

tabacum L.

c. Botani Tanaman

Akar

Tanaman tembakau merupakan

tanaman berakar tunggang yang

tumbuh tegak ke pusat bumi.

Akar tunggangnya dapat

menembus tanah kedalaman 50-

75 cm, sedangkan akar

serabutnya menyebar ke

samping. Selain itu, tanaman

tembakau juga memiliki bulubulu

akar. Perakaran akan

berkembang baik jika tanahnya

gembur, mudah menyerap air,

dan subur.

Batang

Tanaman Tembakau memiliki

bentuk batang agak bulat, agak

lunak tetapi kuat, makin ke

ujung, makin kecil. Ruas-ruas

batang mengalami penebalan

yang ditumbuhi daun, batang

tanaman bercabang atau sedikit

bercabang. Pada setiap ruas

batang selain ditumbuhi daun,

juga ditumbuhi tunas ketiak

daun, diameter batang sekitar 5

cm.

Daun

Daun tanaman tembakau

berbentuk bulat lonjong (oval)

atau bulat, tergantung pada

varietasnya. Daun yang

berbentuk bulat lonjong ujungnya

meruncing, sedangkan yang

berbentuk bulat, ujungnya

tumpul.

Daun memiliki tulang-tulang

menyirip, bagian tepi daun agak

bergelombang dan licin. Lapisan

atas daun terdiri atas lapisan

palisade parenchyma dan

spongy parenchyma pada

bagian bawah. Jumlah daun

dalam satu tanaman sekitar 28-

32 helai

Gambar 157. Batang tembakau

Bunga

Tanaman tembakau berbunga

majemuk yang tersusun dalam

beberapa tandan dan masing426

masing tandan berisi sampai 15

bunga. Bunga berbentuk

terompet dan panjang, terutama

yang berasal dari keturunan

Nicotiana tabacum, sedangkan

dari keturunan Nicotiana rustika,

bunganya lebih pendek, warna

bunga merah jambu sampai

merah tua pada bagian atas.

Bunga tembakau berbentuk

malai, masing-masing seperti

terompet dan mempunyai bagian

sebagai berikut:

a. Kelopak bunga, berlekuk

dan mempunyai lima

buah pancung

b. Mahkota bunga

berbentuk terompet,

berlekuk merah dan

berwarna merah jambu

atau merah tua dibagian

atasnya. Sebuah bunga

biasanya mempunyai

lima benang sari yang

melekat pada mahkota

bunga, dan yang satu

lebih pendek dari yang

lain.

c. Bakal buah terletak

diatas dasar bunga dan

mempunyai dua ruang

yang membesar

d. Kepala putik terletak

pada tabung bunga yang

berdekatan dengan

benang sari. Tinggi

benang sari dan putik

hampir sama. Keadaan

ini menyebabkan

tanaman tembakau lebih

banyak melakukan

penyerbukan sendiri,

tetapi tidak tertutup

kemungkinan untuk

penyerbukan silang.

Buah

Tembakau memiliki bakal buah

yang berada di atas dasar bunga

dan terdiri atas dua ruang yang

dapat membesar, tiap-tiap ruang

berisi bakal biji yang banyak

sekali

Gambar 158. Biji tembakau

Penyerbukan yang terjadi pada

bakal buah akan membentuk

buah. Sekitar tiga minggu

setelah penyerbukan, buah

tembakau sudah masak.

Setiap pertumbuhan yang

norrmal, dalam satu tanaman

terdapat lebih kurang 300 buah.

Buah tembakau berbentuk bulat

lonjong dan berukuran kecil, di

dalamnya berisi biji yang

bobotnya sangat ringan. Dalam

427

setiap gram biji berisi + 12.000

biji. Jumlah biji yang dihasilkan

pada setiap tanaman rata-rata

25 gram.

Gambar 159 Bunga tembakau

d.Jenis tembakau

Beberapa varietas anjuran

tembakau adalah:

Tembakau cerutu

  • Tembakau Deli

adalah D4, KF-7 dan

F1-5

  • Tembakau

Vorstenlanden (untuk

cerutu) adalah Timor

vorstenlanden (TV)

dan Gayamprit (G)

  • Tembakau Besuki

(tembakau pembalut

dan pengisi cerutu)

adalah varietas H

328, H 392, H 77, H

362

Tembakau Pipa

Tembakau Lumajang varietas K

dan SAX

Tembakau sigaret

  • Tembakau virginia

adalah Dixie bright

(DB) 101, Coker 319,

Coker 86, Coker 176,

Nort Caroline 95, Nort

Carolina 2514

  • Tembakau oriental

(turki) adalah

sumsum, smyrna,

macedonia orientale

dan xanthi

  • Tembakau Barlay

adalah varietas KY

17, Barlay 21 dan Tn

87

Tembakau asli/ rajangan

Varietas yang dianjurkan terdiri

dari banyak varietas yang sesuai

dengan pengembangannya.

e. Syarat Tumbuh

Iklim

Tanaman tembakau pada

umumnya tidak menghendaki

iklim yang kering ataupun iklim

yang sangat basah. Angin

kencang yang sering melanda

lokasi tanaman tembakau dapat

428

merusak tanaman (tanaman

roboh) dan juga berpengaruh

terhadap mengering dan

mengerasnya tanah yang dapat

menyebabkan berkurangnya

kandungan oksigen di dalam

tanah.

Untuk tanaman tembakau

dataran rendah, curah hujan

rata-rata 2.000 mm/tahun,

sedangkan untuk tembakau

dataran tinggi, curah hujan ratarata

1.500-3.500 mm/tahun.

Penyinaran cahaya matahari

yang kurang dapat

menyebabkan pertumbuhan

tanaman kurang baik sehingga

produktivitasnya rendah. Oleh

karena itu lokasi untuk tanaman

tembakau sebaiknya dipilih di

tempat terbuka dan waktu tanam

disesuaikan dengan jenisnya.

Suhu udara yang cocok untuk

pertumbuhan tanaman tembakau

berkisar antara 21-32,30 C.

Tanaman tembakau dapat

tumbuh pada dataran rendah

ataupun di dataran tinggi

bergantung pada varietasnya.

Ketinggian tempat yang paling

cocok untuk pertumbuhan

tanaman tembakau adalah 0 -

900 mdpl.

Tanah

Tembakau Deli sangat cocok

untuk jenis tanah aluvial dan

andosol. Tanah regosol sangat

cocok untuk tembakau

vorstenlanden dan besuki.

Tembakau Virginia flu-cured

cocok untuk tanah podsolik.

Sedangkan tembakau rakyat

atau asli dapat tumbuh mulai dari

tanah ringan (berpasir) sampai

dengan tanah berat (liat).

Derajat keasaman tanah yang

baik untuk tanaman tembakau

adalah 5-5,6; tembakau Virginia

5,5-6,0.

Apabila didapat nilai yang

kurang dari 5 maka perlu

diberikan pengapuran untuk

menaikkan pH sedangkan bila

didapat nilai pH lebih tinggi dari 6

maka perlu diberikan belerang

untuk menurunkan pH.

f. Pedoman Budidaya

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilaksanakan

dengan menggunakan alat

pertanian berupa hand traktor

minimal 2 kali pembajakan

untuk mempersiapkan media

terbaik bagi proses penanaman

tembakau dengan menjaga

kesuburan tanah.

Penanaman dan pemupukan

Empat puluh lima hari s/d lima

puluh hari (45 s/d 50) setelah

benih ditabur, kita sudah

mendapatkan bibit yang siap

untuk dipindah tanamkan.

Bibit ditanam pada tanah

guludan di lahan yang telah

dipilih dengan luasan yang

sesuai. Teknik penyebaran benih

dapat dilakukan dengan

mencampur benih dengan pasir

halus atau abu kering, kemudian

429

sebarkan pada bedengan seperti

Gambar berikut

Gambar 160 Penyemaian benih

tembakau

Setelah bibit berumur 40-45 hari

bibit dapat dipindah tanamkan..

Sebelum penanaman bibit perlu

dipangkas agar tidak terjadi

stagnasi.

Teknik pencabutan bibit terlebih

dahulu disiram sampai basah

agar mudah dalam proses

pencabutan, cara pencabutan

bibit adalah dengan cara

memegang dua helai daun

terbesar kemudian ditarik ke

atas. Sebaiknya pindah tanam ini

dilakukan pada pagi hari.

Gambar 161 Cara mencabut

bibit tembakau

Pada tahapan penanaman ini

dilakukan pemupukan I dengan

memperhatikan jenis dan dosis

serta cara pemupukan. Adapun

pupuk yang digunakan NPK

(Fertila) dengan dosis 10

gr/batang.

Pemupukan ke II dengan umur

tanaman 21 hari dilakukan

dengan pupuk NPK (KNO3)

dengan dosis 5 gr/batang.

Pembumbunan dan Pengairan

Pembumbunan adalah proses

yang dilakukan agar tanah tetap

gembur, sebagai persiapan

media tumbuh yang baik bagi

tanaman tembakau dan

sekaligus untuk membersihkan

tumbuhan pengganggu (Gulma).

430

Adapun sistim irigasi (Pengairan)

yang tepat sangat penting dalam

menjamin kualitas klas tingkat

produktifitas tembakau virginia.

Pungel dan wiwil Suli

Punggel dan wiwil/suli

memastikan penggunaan bahan

gizi tanaman dalam proses

pengembangan daun tembakau

untuk mendapatkan jumlah

daun, berat daun dan kualitas

tinggi yang akan memberikan

baik maksimal bagi petani.

Dalam pelaksanaan wiwilan

sangat penting sekali karena

akan berpengaruh terhadap

ketebalan daun/berat daun.

Pengendalian Hama dan

Penyakit

Pengendalian Hama Terpadu

dilaksanakan sesuai kondisi

tanaman yang ada dengan

memprioritaskan penggunaan

Bio Pestisida dengan

pengawasan secara berkala,

terhadap residu pestisida baik

pada tanaman tembakau

virginia.

Adapaun penggunaan pestisida

dan bahan kimia bisa digunakan

(Dancis, Furadan) tergantung

serangan hama yang ada.

Panen dan Pascapanen

Panen

Umur Panen

Pemanenan atau pemetikan

daun tembakau yang terbaik

adalah pada saat tanaman

cukup umur dan daun-daunnya

telah matang petik yang dicirikan

dengan warna hijau kekuningkuningan.

Daun-daun yang

demikian akan menghasilkan

krosok yang bermutu tinggi dan

aromanya tajam.

Krosok tembakau yang bermutu

tinggi mempunyai nilai jual yang

tinggi.

Namun, pada beberapa hal,

misalnya karena permintaan

pasar dan letak daun pada

batang, maka pemetikan yang

terbaik dapat dilakukan pada

tingkatan daun hampir masak.

Karena bila dipetik tepat masak

dan masak sekali, kualitas daun

setelah pengeringan justru

mengalami kemerosotan

terutama aromanya

Untuk golongan tembakau

cerutu, pemungutan daun yang

baik adalah pada tingkat

kemasakan tepat masak atau

hampir masak.

Pemetikan pada tingkatan ini

akan menghasilkan krosok yang

berwarna keabu-abuan (vaal)

dan elastis. Pemungutan daun

muda atau daun tua akan

menghasilkan krosok yang rapuh

(tidak elastis) dan warna yang

tidak menarik

Untuk tembakau golongan

sigaret, misalnya Virginia,

pemanenan daun yang terbaik

adalah pada tingkat kemasakan

431

tepat masak atau masak sekali.

Apabila pasar menghendaki

krosok yang halus, pemetikan

daun dapat dilakukan pada

tingkat kemasakan masak sekali.

Caranya adalah dengan

memperpanjang waktu

pemetikan 5-10 hari dari

tingkat pemasakan tepat masak.

Untuk jenis Tembakau Turki

yang tergolong tembakau sigaret

pula, pemetikan daun yang baik

adalah pada tingkat kematangan

hampir masak atau masih

kehijauan

Permasalahan yang kadang

terjadi yaitu adanya kesalahan

dalam pemetikan daun yaitu

daun-daun yang dipetik

terlampau muda, akibatnya akan

menghasilkan krosok yang

berkualitas rendah, yakni

berwarna hijau mati, kurang

beraroma, warnanya cokelat tua,

dan kisut sehingga harga di

pasaran rendah.

Permasalahan lain yaitu daun

tembakau yang dipetik telah

lewat umur, daunnya sudah

terlalu tua yang dicirikan dengan

warna kuning tua yang

menghasilkan krosok yang

bermutu rendah. Karena itu

diharapkan para pekerja lebih

teliti lagi dalam memanen daun

tembakau.

Cara Panen

Cara memanen daun tembakau

dapat dilakukan dengan

menebang batang pertanaman

beserta daun-daunnya tepat

pada pangkal batangnya atau

hanya memetik daun-daunnya

saja tanpa menebang

batangnya.

Penerapan penggunaan kedua

cara tersebut tergantung pada:

  • Jenis atau varietas
  • Kebersamaan

Pemasakan daun,

Karena ada beberapa

jenis tembakau yang

memiliki waktu

kemasakan daun

bersamaan dan beberapa

varietas tembakau tidak

memiliki waktu yang

bersamaan pada proses

pemasakan daun

  • Perlakuan budidaya.

Pemanenan daun dapat

dilakukan dengan cara pungut

daun seperti pada tembakau

cerutu, sigaret, dan pipa.

Pemetikan daun dilakukan per

lembar menurut tingkat

kemasakan dan letaknya pada

batang.

Panen secara pungut daun

dilakukan dengan memetiknya

lembar demi lembar. Pemetikan

dilakukan pada daun-daun yang

masak lebih dahulu, sedangkan

yang belum masak ditinggalkan

untuk dipetik pada waktu

berikutnya setelah mencapai

tingkat kemasakan tepat masak.

Pemetikan daun yaitu dipretel

dengan tangan, selanjutnya

pemetikan dapat dilakukan

selang 3-5 hari.

Biasanya sekali petik hanya 2-4

helai daun tiap tanaman.

432

Permasalahan yang kadang

terjadi yaitu bila pemanenan

dilakukan dengan menebang

batangnya tepat pada pangkal,

terkadang ada daun tembakau

yang belum tepat masak, daun

tersebut bisa kotor/tergores saat

mengangkutnya ke tempat

penampungan.

Oleh sebab itu diharapkan para

pekerja lebih teliti dalam

mengangkut batang tembakau

beserta daunnya agar tidak

terjadi kerusakan daun

tembakau.

Saat Panen

Secara umum saat yang baik

untuk memetik daun tembakau

adalah pagi atau sore hari dalam

keadaaan cuaca cerah. Untuk

varietas tembakau vorstenland

dan deli, saat pemetikan yang

baik adalah pada pagi hari

antara pukul 06.00 s.d 10.00.

Untuk varietas besuki, saat

pemetikan yang baik adalah

pada sore hari antara pukul

14.00-17.00. Untuk jenis

tembakau turki dan tembakau

sigaret, saat pemetikan yang

baik adalah pada pagi hari

antara pukul 08.00-10.00.

Permasalahan yang terjadi

dengan saat panen adalah waktu

pemanenan daun tembakau

yang perlu disesuaikan dengan

varietasnya. Terkadang para

pekerja kurang memperhatikan

varietas tembakau dan waktu

pemanenan yang cocok untuk

varietas tembakau tersebut.

Karena itu para pekerja harus

memperhatikan varietas

tanaman yang di tanam dan

waktu pemanenan yang cocok.

Yang perlu diperhatikan

pada saat panen

  1. Pemanenan daun

tembakau harus cukup

umur, tidak terlalu muda

dan tidak terlalu tua.

  1. Semua daun tembakau

harus diperhatikan baik

daun bagian bawah

maupun bagian atas.

  1. Para pekerja harus teliti

dalam mengangkut

batang tembakau beserta

daunnya agar tidak

terjadi kerusakan daun

tembakau.

  1. Para pekerja harus

memperhatikan varietas

tanaman yang di tanam

dan waktu pemanenan

yang cocok.

Pemanenan adalah suatu

tahapan yang sangat penting

diperhatikan dalam

mendapatkan kualitas panenan

yang tinggi.

Adapun yang harus diperhatikan

sebagai berikut :

  1. Kematangan daun
  • Keseragaman daun

  • dalam proses

    pemanenan

    433

    1. Penanganan daun hasil

    panenan

    Sebagian besar dari varietas

    tembakau dipanen berdasarkan

    tingkat kematangan daunnya

    dilakukan mulai dari daun bawah

    sampai daun atas dengan

    pemetikan 2 sampai 3 daun

    pada setiap tanaman dengan

    interval satu minggu hingga daun

    tanaman habis.

    Gambar 162 Proses

    pengeringan daun

    tembakau

    Pascapanen

    Tembakau Virginia dijual dalam

    wujud kering oven atau

    pengomprongan (Curing).

    Curing merupakan proses

    biologis yaitu melepaskan kadar

    air dari daun tembakau basah

    yang dipanen dalam keadaan

    hidup.

    Curing

    Selama ini di beberapa petani

    ada yang berpendapat bahwa

    curing adalah proses

    pengeringan tembakau saja.

    Tidak menyadari bahwa sel-sel

    di dalam daun tersebut masih

    tetap hidup setelah dipanen.

    Tujuan Curing :

    Sebenarnya tujuan curing adalah

    :

    1. Melepaskan air daun

    tembakau hidup dari

    kadar air 80 -90 %

    menjadi 10-15%

    1. Perubahan warna dari

    Zat hijau daun menjadi

    warnaa orange dengan

    aroma sesuai dengan

    standar tembakau yang

    diproses.

    Untuk mendapatkan hasil

    curing/omprongan tembakau

    yang baik, maka daun tembakau

    itu harus sudah masak dan

    seragam.

    Ciri-ciri daun yang sudah masak

    adalah :

    1. Warna daun sudah mulai

    hijau kekuningan dengan

    sebagian ujung dan tepi

    daun berwama coklat.

    434

    2. Wama tangkai daun hijau

    kuning, keputih-putihan.

    3. Posisi daun/tulang daun

    mendatar

    4. Kadang-kadang pada

    lembaran daun ada

    bintik-bintik coklat,

    sebagai lambang

    ketuaan.

    Hal-hal yang perlu

    diperhatikan :

    Pada saat curing, yang perlu

    diperhatikan juga adalah

    kapasitas daun di dalam oven.

    Sebagai contoh untuk oven

    ukuran 4 x 4 x 7 rak sebanding

    dengan 1,8 ha, sedangkan 5 x 5

    x 7 rak maksimum 2,8 ha. Juga

    cuaca waktu proses, kalau

    musim hujan harus lebih longgar

    daripada waktu musim kering.

    Pada saat panen tembakau

    harus dipastikan berapa lembar

    yang harus dipetik sesuai

    kapasitas oven. Daun tembakau

    yang dipetik haruslah seumur

    dan posisi daun yang sama,

    karena apabila umur daun dan

    posisi daun berbeda, akan

    sangat sulit menentukan kapan

    harus menaikkan suhu oven,

    kapan harus masuk ke tahapan

    berikutnya, kapan harus buka

    ventilasi dan sebagainya.

    Oleh sebab itu pengetahuan

    petani dan pemetik daun harus

    benar-benar baik tentang saat

    panen ini. Sebaiknya saat

    menjelang panen, petani yang

    bersangkutan mengumpulkan

    seluruh tenaga petiknya dan

    diberitahu mana yang sudah

    boleh dipanen dan mana yang

    belum.

    Tahapan Curing

    Sebelum memulai curing harus

    dipastikan bahwa seluruh

    gelantang sudah tersedia dan

    bebas palstik, kompor sudah

    dicek kondisinya dengan

    melakukan test nyala api

    sebelurnnya, seluruh dinding

    oven tidak ada yang berlubang,

    pintu bisa menutup rapat, pipapipa

    tidak ada yang rusak dan

    berlubang.

    Ada 4 tahapan curing, yaitu :

    1. Penguningan, Proses

    biologis daun ini

    merupakan proses

    perubahan warna dari

    hijau ke warna kuning,

    karena hilangnya zat

    hijau daun / klorophyil ke

    zat kuning daun dan

    terjadi penguraian zat

    tepung menjadi gula.

    Perubahan ini bisa terjadi

    pada suhu 32 s/d 42

    derajat celcius. Proses ini

    harus dilakukan secara

    perlahan-lahan waktu

    yang diperlukan

    tergantung posisi daun.

    Umumnya berlangsung

    selama 55 s/d 58 jam.

    Pada saat ini awalnya

    semua ventilasi ditutup,

    baik atas maupun bawah.

    Tetapi apabila seluruh

    daun sudah berwama

    kuning orange ventilasi

    435

    atas dibuka 1/4 , proses

    ini sangat menentukan

    terhadap hasil curing.

    1. Pengikatan Warna,

    Apabila seluruh daun

    sudah berwama kuning

    orange baik lembar daun

    maupun tulang daun,

    maka secara pertiahanlahan

    suhu dinaikkan.

    Pada saat proses ini

    terjadi, maka apabila

    daun masih berwama

    hijau, maka daun tetap

    akan berwama hijau,

    sebaliknya apabila sudah

    berwama kuning orange

    maka hasil curing akan

    kuning orange. Karena

    pada suhu 43-52 °C ini

    terjadi pengikatan warna.

    Sehingga apabila warna

    daun pada proses

    penguningan belum

    sempuna, maka jangan

    terburu-buru menaikkan

    suhu lebih dari 42°C.

    Pada tahapan ini ventilasi

    dibuka secara bertahap,

    sedikit demi sedikit

    sampai akhirnya dibuka

    seluruhnya. Waktu yang

    diperlukan kalau berjalan

    sempuma umumnya

    sekitar 18-19 jam.

    1. Pengeringan Lembar

    Daun, Proses ini

    bertujuan untuk

    mengurangi kadar air

    didalam lembar daun

    dengan cara menaikkan

    suhu 53-62°C. Pada saat

    ini seluruh ventilasi

    dibuka, karena air yang

    keluar dari sel-sel daun

    akan menjadi uap air,

    yang harus dibuang

    keluar oven agar tidak

    kembali ke daun. Ciri-ciri

    proses ini, daun sudah

    terasa kering apabila

    dipegang, tapi tulang

    daun masih terasa basah

    daun terlihat keriput atau

    keriting waktu yang

    dibutuhkan lebih kurang

    30-32 jam.

    1. Pengeringan Gagang

    Pengeringan gagang

    tembakau dilakukan pada

    suhu 63-72°C. Pada saat

    ini air yang bisa dilepas

    didalam batang daun

    akan dikeluarkan proses

    awal tahap ini ventilasi

    mulai ditutup secara

    perlahan dan bertahap,

    untuk menjaga

    kelembaban udara tetap

    berkisar pada 32%. Ciriciri

    tahapan ini bisa

    selesai apabila seluruh

    tulang daun sudah

    kering, dan bila ditekuk

    batangnya akan patah

    dan berbunyi krek. Ini

    menandakan bahwa

    tahap ini berjalan baik 5-8

    jam sebelum proses

    berakhir, seluruh ventilasi

    harus ditutup agar

    kelembaban udara tetap

    terjaga. Proses ini

    memerlukan waktu

    normalnya 30-32 jam

    jangan pernah

    menaikkan suhu oven

    diatas 72 C, karena

    tembakau akan terbakar.

    436

    Demikian tahapan curing yang

    terjadi pada tembakau virginia

    Flue Cure.

    Proses ini harus dilakukan

    dengan hati-hati dan penuh

    pengawasan karena tembakau

    yang sudah sangat baik

    pertumbuhannya dilapangan,

    akan sia-sia hasilnya apabila

    proses curing ini tidak berjalan

    lancar.

    Oleh karena itu untuk semua

    oven yang aktif harus memiliki

    termometer untuk memastikan

    apakah setiap tahapan tersebut

    sudah berjalan baik atau belum.

    Dan juga setiap oven harus

    memiliki table pedoman prosedur

    curing tembakau virginia serta

    menggunakan alat

    Hygrocurometer untuk mengukur

    suhu dan kelembaban udaranya

    g. Klasifikasi Daun

    Setiap lembar daun tembakau

    dari bawah ke atas memiliki sifat

    fisik dan kimia yang berbeda.

    Dengan adanya perbedaan ini,

    maka daun-daun tembakau

    dikelompokkan menjadi

    beberapa kelas menurut

    letaknya pada batang.

    Pengelompokan menurut letak

    daun pada batang disebut

    klasifikasi daun.

    Dalam pengelompokan ini,

    jumlah lembaran daun pada

    possisinya tidak sama untuk

    setiap jenis tembakau tergantung

    pada besar kecilnya perbedaan

    sifat.

    Secara umum daun tembakau

    dapat diklasifikasikan menjadi

    tiga kelas.

    Tembakau Cerutu

    Golongan tembakau cerutu

    dapat dikelompokkan menjadi

    empat kelas, mulai dari bawah

    ke atas , yaitu :

    1. Daun pasir(zandblad)
  • Daun kaki (voetblad)

    • Daun kaki

    pertama (DKP)

    • Daun Kaki Atas

    (DKA)

    1. Daun tengah/madya

    (middenblad)

    • Daun madya

    pertama (DMP)

    • Daun Madya atas

    (DMA)

    1. Daun pucuk/topblad

    Menurut klasifikasi diatas, untuk

    varietas tembakau vorstenland

    dan varietas tembakau besuki

    Na Oogst, lembaran daun kaki

    merupakan lembaran daun yang

    berkualitas baik, sedangkan

    yang lain berkualitas rendah

    sehingga tidak perlu dipetik.

    Tembakau Sigaret

    437

    Golongan tembakau sigaret

    dikelompokkan menjadi empat

    kelas mulai dari bawah ke atas,

    yaitu :

    1) Daun pasir (lugs)

    2) Daun bawah dan tengah

    (cutters)

    3) Daun atas (leaf)

    4) Daun pucuk (tips)

    Menurut klasifikasi di

    atas, untuk jenis

    tembakau Virginia,

    lembaran daun bawah

    dan tengah (cutters)

    merupakan lembaran

    daun yang paling baik,

    menyusul lembaran daun

    atas (leaf). Adapun

    lembaran daun yang lain

    memiliki kualitas rendah.

    Tembakau Rajangan

    Untuk jenis tembakau rajangan

    atau tembakau asli, lembaran

    daun pasir dan 1-2 lembar daun

    kaki merupakan daun yang

    berkualitas baik. Daun-daun ini

    umumnya dikrosok sebagai filter

    cerutu. Lembaran daun tengah

    kurang baik kualitasnya

    sehingga sering digunakan untuk

    tembakau rajangan.

    Permasalahan yang kadang

    timbul karena klasifikasi daun ini

    yaitu adanya kebimbangan

    dalam penentuan jenis daun dan

    daun-daun yang berada di

    bagian bawah cenderung lebih

    diperhatikan, sehingga daun

    bagian atas kurang diperhatikan,

    namun tidak mudah untuk

    memelihara daun-daun bagian

    bawah karena beresiko tinggi

    terkena percikan air/tanah

    sehingga kualitas daun kurang

    baik.

    Karena itu diharapkan baik daun

    bagian bawah maupun bagian

    atas sama-sama diperhatikan.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s