BUDIDAYA SELEDRI


Seledri (Apium graveolens L. Dulce)
termasuk dalam famili Umbelliferae dan
merupakan komoditas sayuran yang banyak
digunakan untuk penyedap makanan dan
penghias hidangan. Biji seledri juga digunakan
sebagai bumbu dan penyedap. Ekstrak minyak
bijinya berkasiat sebagai obat.
Budidaya seledri sangat baik di dataran
tinggi 1000-1200 m dpl, juga bisa di dataran
rendah dengan memberi naungan berupa atap
alang-alang atau jerami, yang berfungsi sebagai
penahan sinar matahari dan menjaga
kelembaban. Seledri kurang tahan hujan oleh
karena itu curah hujan optimum berkisar 60-100
mm/bulan. Tanaman seledri dapat dibagi menjadi
seledri tangkai, seledri umbi dan seledri daun
TEKNOLOGI BUDIDAYA
1. Benih
Seledri dapat diperbanyak secara
generatif dengan biji atau vegetatif dengan
anakan. Untuk tujuan komersil tanaman
seledri dapat diperbanyak dengan biji. Benih
berasal dari varietas unggul dengan daya
kecambah > 90%.
2. Pengolahan Lahan
 Lahan ideal adalah tanah yang subur,
gembur, mengandung bahan organik,
mampu menahan air dan berdrainase baik
dengan pH tanah antara 5,5-6,5.
 Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm biarkan
selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari
6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit
dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2
ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah
Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3
minggu sebelum tanam.
 Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi
30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak
antar bedengan 50 cm.
 Bedengan diberi naungan berupa alangalang
atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m.
3. Persemaian
 Benih disemai pada bedengan di dalam
alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak
antar alur 10-20 cm, sebelum disemai,
benih direndam dalam air hangat (50oC)
atau dalam larutan Frevicur N dengan
konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam,
kemudian dikeringkan.
 Tutup benih dengan tanah tipis dan siram
permukaan bedengan sampai lembab.
 Untuk menjaga kelembaban persemaian
ditutup dengan alang-alang atau jerami dan
ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah
telah tumbuh.
4. Penanaman
 Setelah + 40 hari atau telah berdaun 3-4
helai cabut bibit seledri yang sehat dengan
akarnya.
 Potong sebagian akar, selanjutnya akar
direndam kedalam larutan pestisida Benlate
atau Derosol pada konsentrasi 50% sekitar
15 menit.
 Pindahkan bibit pada bedengan yang telah
dipersiapkan, satu bibit per lobang tanam,
dengan jarak tanam: 25 x 30 cm; 20 x 20
cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas)
dan padatkan tanah disekitar batang.
 Siram bedengan sampai lembab.
5. Pemeliharaan Tanaman
 Jika ada tanaman yang mati lakukan
penyulaman 7-15 hari setelah tanam.
 Penyiangan gulma dilakukan bersamaan
dengan penggemburan tanah pada umur 2
dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan
berikutnya disesuaikan dengan keadaan
gulma.
 Di awal masa pertumbuhan, penyiraman
dilakukan 1-2 kali sehari, berikutnya
dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu
tergantung dari cuaca. Tanah tidak boleh
kekeringan atau tergenang air (becek).
6. Pemupukan
 Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum
tanam, yaitu pupuk kotoran ayam dengan
dosis 20.000 kg/ha sebaiknya pupuk
kompos organik hasil fermentasi dengan
dosis 4 kg/m2, diaduk dengan tanah
permukaan bedengan.
 Pada umur 2 minggu setelah tanam berikan
pupuk N 300 kg, P 75 kg dan K 250 kg/ha
secara larikan dibarisan tanaman.
 Pupuk susulan berikutnya larutkan 2-3 kg
pupuk NPK Mutiara ke dalam 200 liter air
dan berikan secara kocor diantara barisan
tanaman, hal ini dapat dilakukan selama
tanaman masih produksitf dengan interfal 7
hari satu kali pemberian.
 Dapat juga diberikan pupuk cair dengan
dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3
minggu setelah tanam dengan interval 10
hari satu kali.
7. Pengendalian Organisme Pengganggu
Tumbuhan (OPT)
 Hama yang ditemui seperti ulat tanah,
keong, kutu daun tungau. Hama dapat
dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut
dengan tangan.
 Penyakit yang sering menyerang tanaman
yaitu bercak cercospora, bercak septoria,
virus aster yellow. Pengendalian dilakukan
mulai dari persemaian hingga panen, jika
terpaksa gunakan pestisida yang aman dan
mudah terurai seperti pestisida biologi,
pestisida nabati atau pestisida piretroid
sintetik.
8. Panen
 Seledri dapat dipanen setelah berumur 40
sampai dengan 150 hari setelah tanam
(tergantung varietas).
 Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali..
 Seledri potong dipanen dengan memotong
tanaman pada pangkal batang secara
periodik sampai pertumbuhan anakan
berkurang.
 Seledri umbi dipanen dengan memetik
daun-daunnya dan dilakukan secara
periodik sampai tanaman kurang porduktif.
9. Pasca Panen
 Hasil panen diseleksi dengan cara
membuang tangkai daun yang cacat atau
terserang hama.
 Untuk membersihkan dari kotoran/tanah
dan residu pestisida, seledri dicuci dengan
air mengalir atau disemprot kemudian
tiriskan di rak-rak.
 Sortasi perlu dilakukan terutama jika seledri
akan dipasarkan di swalayan atau untuk
eksport. Sortasi dilakukan berdasarkan
ukuran dan jenis yang seragam dan sesuai
dengan permintaan pasar.
 Seledri diikat pada berat tertentu yang
disesuaikan dengan permintaan pasar.
No: 20 /Syafri Edi/2009

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s