Budidaya Kedelai

Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 1
PENDAHULUAN
Komoditas kedelai sudah umum dimanfaatkan sebagai
bahan baku untuk pembuatan tahu, tempe, kecap dan susu
kedelai serta pakan ternak. Namun dewasa ini kedelai tidak
hanya digunakan sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai
pangan fungsional yang dapat mencegah timbulnya penyakitpenyakit
degeneratif, seperti jantung koroner dan hipertensi.
Zat isoflavon yang ada pada kedelai ternyata berfungsi
sebagai antioksidan. Dengan beragamnya penggunaan
kedelai menjadi pemicu peningkatan kebutuhankomoditas ini.
Saat ini harga kedelai di pasar Internasional naik
100%. Kalau di awal 2007 harga kedelai masih 300 dollar AS
per ton di akhir tahun 2007 meningkat menjadi 600 dollar per
ton. Kenaikan harga kedelai di pasar dunia berdampak
langsung terhadap kenaikan harga kedelai di dalam negeri.
Pemerintah Indonesia kembali menggalakkan
menanam kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Berbagai upaya dilaksanakan pemerintah untuk mendorong
peningkatan produksi kedelai, antara lain melalui program
intensifikasi dan ekstensifikasi. Untuk mendukung
keberhasilan program tersebut, penyediaan varietas unggul
memegang peranan penting, di samping penerapan teknologi
budidaya lain, sarana produksi, penyuluhan, dan jaminan
pasar yang baik.
SYARAT TUMBUH
Pengembangan kedelai dapat dilakukan di lahan
sawah maupun di lahan kering, bergantung kepada iklim dan
kebutuhan petani setempat. Tanaman Kedelai dapat tumbuh
pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi
(tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan,
suhu udara 23-30ºC, kelembaban 60-70%, pH tanah 5,8-7 dan
ketinggian kurang dari 600 m dpl.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 2
TEKNOLOGI BUDIDAYA
Bahan tanaman
Berdasarkan warna bijinya dikenal kedelai kuning dan
kedelai hitam. Pemeliharaan kedelai hitam umumnya lebih
mudah dari pada kedelai kuning. Kedelai kuning
membutuhkan tanah yang lebih subur, serta memerlukan
pengairan dan pemeliharaan lebih baik dari pada kedelai
hitam. Kedelai hitam umumnya hanya digunakan untuk bahan
baku kecap, sedangkan kedelai kuning untuk bahan baku
tempe dan tahu serta makanan lainnya (tauco dan lain-lain).
Gambar 1. Varietas Tanggamus Gambar 2. Varietas Wilis
Gambar 3. Varietas AnjasmoroTeknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 3
Tabel 1. Beberapa varietas unggul kedelai rakitan Badan Litbang
Pertanian.
Varietas Umur
(hari)
Bobot
100 biji
(gr)
Potensi
Hasil
(ton/ha)
Warna
biji
Sifat-sifat
penting
Tahun
Wilis 85-90 10,0 3,00 Kuning Adaptasi luas 1983
Burangrang 80-82 17,0 1,2-2,50 Kuning Tahan
penyakit karat
rendemen
susu tinggi
1999
Kaba 85 10,4 3,25 Kuning 2001
Anjasmoro 83 14-15,3 2-2,25 Kuning Tahan karat,
tidak mudah
pecah
2001
Sinabung 88 11,0 2,16 Kuning Agak tahan
karat, tidak
mudah pecah
2001
Ijen 83 11,2 2,15-2,49 Kuning Tahan ulat
grayak
2003
Tanggamus 88 11,5 2,5 Kuning Agak tahan
karat, adaptif
lahan masam
2001
Lawit 84 10,5 1,90 Kuning Adaptif pada
lahan rawa
tipe B & C
2001
Cikuray 82-85 11,5 1,70 Hitam 1993
Merapi 85-90 8,8 1,50 Hitam 1999
Mallika 90 9,0 2,40 HitamTeknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 4
Persiapan lahan
Pada lahan kering, tanah dibajak 2 kali sedalam 30 cm,
sedangkan pada lahan sawah dengan tanaman monokultur,
tanah dibersihkan dari jerami, kemudian tanah diolah dua kali.
Kemudian dibuat saluran drainase setiap 4 m, sedalam 20-25
cm, lebar 20 cm. Pembuatan saluran drainase dimaksudkan
untuk mencegah terjadinya penggenangan air, karena
tanaman kedelai tidak tahan terhadap genangan.
Jika keadaan lahan masam, perlu diberi kapur
bersamaan dengan pengolahan lahan yang kedua atau paling
lambat seminggu sebelum tanam. Pengapuran menggunakan
dolomit dilakukan dengan cara menyebar rata dengan dosis
1,5 ton/ha. Jika ditambah pupuk kandang 2,5 ton/ha, maka
dosis kapur dapat dikurangi menjadi 750 kg/ha.
Penanaman
Pilihlah waktu yang tepat, sehingga tidak mengalami
kebanjiran atau sebaliknya kekeringan. Penanaman dilakukan
dengan tugal, dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm atau 40 cm
x 20 cm, dua biji per lubang. Semakin subur lahan, sebaiknya
jarak tanam semakin lebar.
Pemupukan
Untuk lahan kering masam, dosis pupuk yang
diberikan 75 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl/ha + 500 kg
CaO/ha (setara 1500 kg dolomit). Pupuk urea, SP36 dan KCl
diberikan paling lambat saat tanaman berumur 14 hari. Pupuk
diberikan dengan cara ditugal atau dilarik 5-7 cm dari
tanaman, kemudian ditutup tanah. Sedangkan kapur (dolomit)
ditebar sebelum tanam saat pengolahan lahan kedua. Untuk
lahan sawah, dosis pupuk 50 kg Urea + 50 kg SP36 + 100 kg
KCl/ha.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 5
Gambar 4. Cara pemupukan
Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada umur 15 dan 30 hari. Bila
rumput masih banyak, maka penyiangan dilakukan lagi pada
umur 55 hari.
Pengendalian Hama Kedelai.
Tanaman kedelai pada musim tanam kedua, umumnya
banyak diserang hama, apalagi kalau lokasi tersebut
sebelumnya juga ditanami kedelai atau kacang-kacangan lain.
Hama yang sering menyerang adalah lalat kacang (Ophiomyia
phaseoli), ulat pemakan daun seperti ulat grayak (Spodoptera
litura), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites), dan ulat Heliothis,
serta penggulung daun (Lamprosema indicata), pengisap
polong (Riptortus linearis, Nezara viridula dan Piezodorus
rubrofasciatus), penggerek polong (Etiella zinckenella),
penggerek batang (Melanagromyza sojae), kutu kebul
(Bemisia sp), dan kutu daun (Aphisglycines)
Pengendalian hama-hama tersebut dilakukan secara
terpadu (PHT) dengan komponen pengendalian sebagai
berikut:Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 6
• Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan kedelai
atau bukan kacang-kacangan. Pergiliran kedelai
dengan padi, jagung, atau ubijalar, merupakan salah
satu cara dalam pengendalian hama kedelai.
• Tanam seawal mungkin dan serempak dengan beda
waktu tanam kurang dari 10 hari dalam satu
hamparan/wilayah.
• Penggunaan varietas berumur genjah agar tanaman
tidak terlalu lama menjadi sasaran hama.
• Penanaman secara tumpangsari atau strip cropping
dengan tanaman bukan kedelai atau bukan kacangkacangan.
• Menghindari penanaman tanaman inang diluar musim
tanam, seperti kacang panjang, kacang guda dan
kacang hijau.
• Penanaman varietas tahan hama, seperti varietas
Kerinci dan Tidar.
• Penggunaan mulsa jerami untuk mengurangi serangan
hama lalat kacang.
• Pengumpulan dan pemusnahan kelompok telur, ulat
dan serangga hama dewasa secara mekanis/fisik.
Penggunaan insektisida secara bijaksana, apabila
populasi hama telah mencapai ambang kendali. Kalau
kemampuan mengamati hama terbatas, aplikasi insektisida
dapat berpedoman pada kondisi tanaman dalam periode kritis,
yaitu ketika tanaman berumur 5-7 hari untuk lalat kacang, 16-
24 hari untuk hama daun, umur 40-50 hari untuk hama daun
dan polong, dan umur 60-60 hari untuk hama polong. Hal yang
perlu mendapat perhatian dalam penggunaan insektisida
adalah ketepatan waktu, takaran, dan cara penyemprotannya.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 7
1. Lalat bibit ( Ophiomya phaseoli )
PHT hama lalat bibit dilakukan dengan cara pengamatan
berkala terhadap populasi lalat bibit pada tanaman kedelai
bila ditemukan 1 ekor imago/ 5 (lima) baris atau 1 ekor/ 50
rumpun pada umur 6–10 hari. Dilakukan tindakan
pengendalian dengan menggunakan insektisida Spontan.
Untuk mengurangi serangan hama tersebut, benih diberi
perlakuan insektisida Marshal.
2. Hama Grayak (Spodoptera litura)
PHT hama Grayak dilakukan dengan cara pengamatan
berkala terhadap populasi grayak. Jika ditemukan
serangan 12,5% pada umur kurang dari 20 Hari setelah
tanam (HST) pada daun dan kerusakan 20% saat umur
lebih dari 20 hari, maka dilakukan pengendalian secara
kimia dengan menyemprotkan insektisida Marshal atau
insektisida lain yang sejenis, sesuai dengan dosis anjuran.
Penyemprotan dilakukan pada pagi atau sore hari.
Gambar 5. Kel. Larva instar 1 S.litura Gambar 6. Ulat instar 3 atau
4 S.litura.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 8
3. Hama penggerek polong (Helicoverpa armigera, Etiella
sp).
Pengendalian hama penggerek polong dapat dilakukan
dengan cara:
􀂃 Tanam serempak dalam kurun 10 hari
􀂃 Pergiliran tanaman
􀂃 Penyemprotan NPV 180 ulat/500 lt/ha
􀂃 Tanaman perangkap jagung umur genjah, sedang dan
dalam pada pematang
􀂃 Pelepasan parasitoid Trichogramma
􀂃 Jika sudah mencapai ambang kendali yaitu kerusakan
polong 2,5% atau ditemui 2 ekor ulat/rumpun pada umur
lebih dari 45 hari, tanaman disemprot insektisida efektif.
Gambar 7. Gejala serangan penggerek polong
Pengendalian Penyakit Kedelai
Ada beberapa penyakit utama yang dominan pada
tanaman kedelai, yaitu karat daun (Phakopsora pachyrhizi),
hawar batang (Sclerotium rolsii) dan Virus.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 8
3. Hama penggerek polong (Helicoverpa armigera, Etiella
sp).
Pengendalian hama penggerek polong dapat dilakukan
dengan cara:
􀂃 Tanam serempak dalam kurun 10 hari
􀂃 Pergiliran tanaman
􀂃 Penyemprotan NPV 180 ulat/500 lt/ha
􀂃 Tanaman perangkap jagung umur genjah, sedang dan
dalam pada pematang
􀂃 Pelepasan parasitoid Trichogramma
􀂃 Jika sudah mencapai ambang kendali yaitu kerusakan
polong 2,5% atau ditemui 2 ekor ulat/rumpun pada umur
lebih dari 45 hari, tanaman disemprot insektisida efektif.
Gambar 7. Gejala serangan penggerek polong
Pengendalian Penyakit Kedelai
Ada beberapa penyakit utama yang dominan pada
tanaman kedelai, yaitu karat daun (Phakopsora pachyrhizi),
hawar batang (Sclerotium rolsii) dan Virus.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 10
• Panen dimulai sekitar pukul 09.00 pagi. Pada saat ini
air embun sudah hilang. Pangkal batang tanaman
dipotong menggunakan sabit bergerigi atau sabit
tajam.
• Hindari pemanenan dengan cara mencabut tanaman,
agar tanah/kotoran tidak terbawa.
• Brangkasan tanaman (hasil panenan) dikumpulkan
ditempat yang kering dan diberi alas terpal/plastik.
Penanganan pasca panen yang terdiri dan penjemuran
brangkasan tanaman, pembijian, pengeringan, pembersihan,
dan penyimpanan biji perlu mendapat perhatian yang cukup.
Sebab, kegiatan ini mempengaruhi kualitas biji atau benih
yang dihasilkan. Kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada
umur 75 – 100 hari, sedangkan untuk benih umur 100 – 110
hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
Penjemuran yang terbaik adalah penjemuran brangkasan
kedelai diberi alas terpal.
Gambar 9. Cara penjemuran brangkasan dan biji kedelaiTeknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 11
Penyimpanan
Penyimpanan biji kedelai untuk konsumsi dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
• biji disimpan dalam kantong plastik berukuran 30-40
kg, ketebalan 0,2 mm dan kedap udara.
• Setelah biji dimasukan ke dalam kantong plastik,
bagian atas kantong diikat kuat dengan tali rafia.
• Kantong-kantong yang telah berisi biji-biji kedelai
tersebut, kemudian dimasukan ke dalam karung plastik
(seperti karung pupuk), dan bagian atas karung diikat
dengan tali rafia. Kemudian disusun rapi ditempat
penyimpanan/gudang.
Kalau biji akan digunakan untuk benih, cara penyimpanannya
adalah :
• Benih sebaiknya disimpan pada kadar air 8-9% dalam
wadah kedap udara, antara lain seperti :
• kantong plastik dengan ketebalan 0,8 mm,
ukuran kantong 10 kg, dan kantong diikat kuat.
• Kaleng/kotak kayu kedap udara.
• Kantong kertas semen, dan
• Kantong aluminium foil.
• Selanjutnya benih dalam wadah kedap udara tersebut
disimpan di tempat/ruangan kering atau berpendingin.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 12
ANALISIS USAHATANI
Tabel 2. Analisis usahatani kedelai Varietas Anjasmoro di lahan
sawah, tahun 2006.
Uraian Unit/ha Nilai Rp/ha
1. Penerimaan
• Rataan hasil (ton/ha) 2,4
• Harga kedelai (Rp/kg) 4.000
• Nilai produksi (Rp/ha) – 9.600.000
2. Biaya Tenaga Kerja/ha
• Pengolahan tanah Borong 400.000
• Meratakan lahan 4 HOK 60.000
• Tanam dan memupuk 18 HOK 270.000
• Penyiangan-pembumbunan 20 HOK 300.000
• Penyemprotan 8 HOK 120.000
• Pengairan 6 HOK 90.000
• Panen dan prosesing 30 HOK 450.000
3. Biaya Sarana Produksi/ha
• Benih kedelai 40 kg 200.000
• Pupuk Urea 50 kg 105.000
• Pupuk SP36 50 kg 125.000
• Pupuk KCl 100 kg 250.000
• Pestisida Decis
• Curacron
• Antracol
• Dithane M-45
• Furadan
• Matador
0.8 lt
0.4 lt
0.2 lt
0.8 lt
0.8 lt
0.8 lt
184.000
98.800
15.600
97.600
11.000
197.600
5. Total Biaya (2+3) 2.974.600
6. pendapatan (Gross Margin) 6.625.400
7. BEP yield (kg/ha) 743.600
8. BEP price (Biaya/kg delai 1.239.400
9. Margin/kg 2.760.600
10. R/C ratio 3.23
Keterangan :
1. Gross margin = Penerimaan – total biaya
2. BEP yield = total biaya/harga kedelai
3. BEP price = total biaya/rataan hasil
4. margin/kg = gross margin/rataan hasil
5. R/C Ratio = penerimaan/total biaya.Teknologi Budidaya Kedelai
BB Pengkajian 12
ANALISIS USAHATANI
Tabel 2. Analisis usahatani kedelai Varietas Anjasmoro di lahan
sawah, tahun 2006.
Uraian Unit/ha Nilai Rp/ha
1. Penerimaan
• Rataan hasil (ton/ha) 2,4
• Harga kedelai (Rp/kg) 4.000
• Nilai produksi (Rp/ha) – 9.600.000
2. Biaya Tenaga Kerja/ha
• Pengolahan tanah Borong 400.000
• Meratakan lahan 4 HOK 60.000
• Tanam dan memupuk 18 HOK 270.000
• Penyiangan-pembumbunan 20 HOK 300.000
• Penyemprotan 8 HOK 120.000
• Pengairan 6 HOK 90.000
• Panen dan prosesing 30 HOK 450.000
3. Biaya Sarana Produksi/ha
• Benih kedelai 40 kg 200.000
• Pupuk Urea 50 kg 105.000
• Pupuk SP36 50 kg 125.000
• Pupuk KCl 100 kg 250.000
• Pestisida Decis
• Curacron
• Antracol
• Dithane M-45
• Furadan
• Matador
0.8 lt
0.4 lt
0.2 lt
0.8 lt
0.8 lt
0.8 lt
184.000
98.800
15.600
97.600
11.000
197.600
5. Total Biaya (2+3) 2.974.600
6. pendapatan (Gross Margin) 6.625.400
7. BEP yield (kg/ha) 743.600
8. BEP price (Biaya/kg delai 1.239.400
9. Margin/kg 2.760.600
10. R/C ratio 3.23
Keterangan :
1. Gross margin = Penerimaan – total biaya
2. BEP yield = total biaya/harga kedelai
3. BEP price = total biaya/rataan hasil
4. margin/kg = gross margin/rataan hasil
5. R/C Ratio = penerimaan/total biaya.

1 Comment

One thought on “Budidaya Kedelai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s